Ibu Ini Membagikan 10 Tips Mendidik Anak” yang Baik dan Benar Menurut Dirinya. Siapa Sangka, “90% Orang Indonesia Salah Menerapkan Hal ini” !

Posted on
Loading...

Dalam urusan mendidik anak, mungkin orang – orang akan berbeda – beda. Ada yang berlaku keras terhadap anak dan ada pula yang berlaku lembut terhadap anak. Hasil dari didikan ini pun berbeda – beda pula. Sebenarnya, ada tidak sih cara ideal dalam mendidik anak? Chen Mei Ling, seorang lulusan Universitas Stanford membagikan kisahnya. Dimana kini ketiga anaknya bisa sukses baik dalam pendidikan dan pembentukan karakternya. Seperti apa cara yang digunakan oleh Chen Mei Ling?

Pertama, jangan bandingkan anak dengan orang lain. Ketika dibanding – bandingkan, sang anak akan merasa kerdil diantara orang lain. Anak tidak dapat mengeluarkan bakat sebenarnya yang dia miliki. Apalagi jika sang anak adalah tipe anak yang pemalu. Jika kita tidak bisa membimbing dia dengan baik, sang anak pemalu ini akan salah jalan dalam mengenali potensi dirinya.

Loading...

Kedua, jangan memberi barang sebagai hadiah atas pencapaian sang anak. Berikanlah kesenangan dengan berinteraksi dalam keluarga. Seperti, jika mencapai ranking 1 silahkan bermain sepuasnya dengan sang ibu. Dengan ada waktu khusus seperti ini karakter anak akan lebih terbentuk. Dibandingkan dengan membelikan sang anak mainan, ketika sang anak bosan mainan tersebut akan dibuang oleh dirinya.

Ketiga, jangan mengatur jadwal sang anak. Biarkan sang anak belajar dan bermain tidak terikat waktu. Maksudnya adalah, berikanlah sang anak keleluasaan dalam mencari tahu apa yang dia ingin tahu. Contohnya, ketika hujan silahkan ajak anak bermain perahu di air yang mengalir akibat hujan. Kemudian tanyakan mengapa hujan bisa terjadi. Biarkan sang anak lebih mengeksplorasi tentang hal – hal yang dia ingin tahu.

Keempat, jangan bebani anak dengan kelas tambahan. Terkadang pemikiran orang tua adalah semakin anak ikut kelas tambahan nilainya akan semakin naik dan dapat dibanggakan oleh mereka. Namun, anak akan semakin tertekan karena hal ini. Lebih baik ganti kelas tambahan tersebut dengan jalan – jalan bersama keluarga, hal ini lebih baik dalam menjaga tumbuh kembang sang anak.

Kelima, jangan pernah sekalipun mengambil keputusan untuk anak. Biarkan dia memilih. Anak Chen Mei Ling ketika lulus tidak memilih sekolah yang paling bagus di daerahnya. Jika diurutkan, anaknya malah memilih sekolah dengan urutan ke tujuh paling bagus di daerahnya. Alasannya sederhana, tiap anak akan diberikan satu kuda untuk dirawat. Anak Chen Mei Ling yang sangat cinta kepada binatang itu akhirnya memilih sekolah tersebut dan siapa yang menyangka, dirinya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan !

Keenam, biarkan mereka jatuh cinta saat remaja dan berikanlah mereka tanggung jawab itu. Mereka perlu belajar apa itu rasa cinta dari orang lain selain keluarga dan karena mereka sedang dalam masa puber, kita sebagai orang tua harus mengawasi mereka dan memberitahu batasan – batasan dalam berpacaran.

Ketujuh, jangan pernah memukul atau memaki anak ketika dirinya berbuat salah. Mungkin banyak orang yang menerapkan cara kasar ini. Namun, dengan begitu sang anak tidak akan sadar. Malah mereka tidak akan instrospeksi diri. Lebih baik, ceramahi mereka hingga mereka sadar. Cara ini adalah cara terbaik karena dengan menasihati mereka, sang anak akan lebih memahami tentang dirinya sendiri.

Kedelapan, jangan pernah berbohong dengan anak. Contoh dari berbohong ini adalah mengatakan akan mengajak anak berjalan – jalan di taman untuk menenangkan dirinya yang tantrum. Ketika sang anak menagih janji tersebut kita malah tidak jadi mengajak dirinya karena alasan sibuk atau capek. Hal ini tidak baik bagi anak dan membuat dirinya tidak percaya dengan orang lain.

Kesembilan, jangan pernah menunda bermain dengan anak hanya demi sebuah pekerjaan. Selalu luangkan setidaknya lima menit setiap harinya untuk bermain dengan anak walaupun dirimu sesibuk apapun.

Yang terakhir, jika anak bertanya sesuatu. Jangan di tunda untuk menjawabnya. Meskipun sang ibu tidak tahu, mari coba bersama mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dengan sang anak. Dengan cara ini sang ibu akan dapat berinteraksi lebih dalam dnegan sang anak

Dengan kesepuluh cara tersebut, niscaya sang anak bisa dengan mudah memahami kehidupan, meraih impian mereka dan tentunya mereka bisa mandiri ke depannya jika harus hidup tanpa orang tua.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *